Welcome to ^noviana hanny^'s blog. Enjoy your visit here and please leave your comments after reading.. ^^

recent comment ^^

My beloved Friends ^^

Rabu, 21 April 2010

Jodohku...

Beberapa bulan lagi, adik laki-laki mama, om-ku yang termuda, akan melangsungkan pernikahan. Nggak jauh berbeda dengan mama, tante-tante, bahkan om-om sebelumnya (yang juga diawali oleh kakek-nenek dan buyut-buyutnya), titel pernikahan ini berawal dari.................................... PERJODOHAN.

Dan aku cuma bisa bilang:
AKU JUGA PENGEN!!!! v^^v

Mungkin kebanyakan orang akan bilang, “Haduh, kasian banget, hari gini, apa kata dunia???” Tapi seperti apa yang aku katakan sebelumnya, aku malah mupeng pengen dijodohin juga. Soalnya, males banget kalo mesti cari sendiri. Ribet banget mesti berjuang seorang diri. Hal ini juga yang membuat aku nggak pacaran sampai detik ini. Toh, aku pikir, nanti aku bakal dijodohin juga (mimpi mode: on)... Xixixixixixixixi...

Dari kecil sampe sekarang, pemikiranku soal ini nggak berubah sedikitpun. Sayangnya, mama, yang juga mempengaruhi pemikiran papa, nggak akan mau menjodohkan anak-anaknya. “Ya cari sendiri to nduk, ntar kalo dijodohin, salah salah, gara-gara mama sama papa...”. “Ya 4w1, nggak mam, pap, aku malah seneng, nggak susah-susah berjuang.” “Nggak. Nggak ya pa, biar cari sendiri aja..” “Iya, cari sendiri aja, betul katane mamamu...”

Gya~~

Tapi, ada beberapa saudaraku yang nggak mengikuti aturan itu, dengan mencari jodohnya sendiri. Kakakku salah satunya. Walaupun begitu, kakak tetep sempat mengalami proses perjodohan. Tanteku yang mencarikan calon, seorang lelaki yang masih ada hubungan saudara jauh dengannya. Nyatanya, kakak tetep kekeuh dengan memilih pacarnya. Papa mama juga malah ikutan dukung kakak biar tetep sama pacarnya... Padahal, kalo dilihat dari kacamataku, itu calon: cukup ganteng, cukup umur, cukup mapan, dan pastinya, orang banjar pula...

ORANG BANJAR... WHAT’S WRONG and WHAT’S GOING ON???

Perjodohan-perjodohan semacam ini sebenarnya dilakukan agar keturunan keluarga tetep terjaga, yaitu tetep menjadi keluarga banjar. Berat juga. Definisi singkatnya begini, perempuan banjar adalah penentu keturunan selanjutnya. Yaitu, jika perempuan banjar menikah dengan lelaki banjar, maka keturunannya juga akan berdarah banjar. Tapi, kalo perempuan banjar menikah dengan lelaki bukan banjar, maka keturunannya akan hilang sama sekali darah banjarnya. Tapi mama sudah wanti-wanti, (dan wanti-wanti itu kini berubah menjadi amanah karena mama sudah nggak ada), “Ntar nikah sama orang jawa aja.” Hmmm, entahlah...

Satu hal yang aku yakini, sebelum aku turun ke dunia ini, 4w1 sudah mengatur segalanya (entah bagaimana jalannya), mulai dari hidup, mati, dan jodohku kelak...

0 komentar: